Artikel
Bukan untuk sesama praktisi hukum. Tanpa kutipan pasal, tanpa istilah yang harus diterjemahkan dulu — apa aturannya, apa akibatnya buat usaha Anda, dan apa yang bisa Anda kerjakan sendiri.
Untuk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan. Usaha menengah dan besar sudah lewat tenggatnya sejak 17 Oktober 2024.
Perubahannya terjadi dengan sendirinya — tanpa surat, tanpa persetujuan Anda, tanpa putusan siapa pun. Beserta seluruh akibat pesangonnya.
Yang menentukan bukan besar kecilnya usaha Anda, tapi produk dan tempat Anda memproduksinya. Dan satu perbedaan biaya yang paling sering luput dianggarkan.
Memasang halaman kebijakan privasi tidak membuat perusahaan Anda patuh. Dan satu kotak centang yang salah bisa menghapus dasar Anda memakai seluruh data pengguna.
Merek, hak cipta, desain industri, dan paten. Satu di antaranya menjadi nol rupiah, satu lagi naik menjadi hampir dua kali lipat kalau Anda terlambat memperpanjang.
Izin ketenagakerjaan lebih dulu, visa menyusul — dan urutannya tidak bisa dibalik. Biaya terbesarnya pun dibayar di muka, sekaligus, sebelum izinnya terbit.
Satu di antaranya sanksinya pidana dan mengenai pengurus secara pribadi. Satu lagi bisa dituntut karyawan Anda langsung, tanpa menunggu pemeriksaan datang.
Bukan karena pemiliknya lalai. Karena tenggatnya berbeda-beda tanggal, berbeda instansi, dan tidak ada satu pun yang mengingatkan Anda.
Dua hal yang terdengar sama, diurus di kementerian yang berbeda, dan melindungi hal yang berbeda. Banyak pemilik usaha baru sadar setelah nama dagangnya dipakai orang lain.
Tarif resmi pendaftaran merek untuk perusahaan umum naik dari Rp1,8 juta menjadi Rp2,8 juta per kelas. Untuk usaha mikro dan kecil, tarifnya tidak berubah.
Izin dasar punya urutan yang mengunci. Kalau langkah pertama belum ada, langkah berikutnya tidak bisa terbit sama sekali. Tapi ada satu jalan pintas yang sering terlewat.