Kepatuhan · 5 menit baca

Lima tenggat yang paling sering bikin PT PMA kena sanksi

Bukan karena pemiliknya lalai. Karena tenggatnya berbeda-beda tanggal, berbeda instansi, dan tidak ada satu pun yang mengingatkan Anda.

Perusahaan yang kena sanksi hampir tidak pernah perusahaan yang tidak peduli. Biasanya perusahaan yang sibuk — dan tenggatnya lewat begitu saja karena tidak ada yang memegangnya.

Ini lima yang paling sering terlewat.

1. LKPM — tanggal 15

Laporan kegiatan penanaman modal. Kalau perusahaan Anda skala menengah atau besar, laporannya setiap tiga bulan: 15 April, 15 Juli, 15 Oktober, 15 Januari. Kalau skala kecil, cukup dua kali setahun: 15 Juli dan 15 Januari. Usaha mikro tidak wajib.

Perhatikan: yang menentukan frekuensi adalah skala usaha, bukan besar kecilnya kegiatan Anda tahun itu. Salah menetapkan skala di awal berarti seluruh kalender Anda salah.

Kalau telat: sanksinya bertingkat — peringatan dulu, lalu penghentian sementara kegiatan usaha berikut denda, dan pada ujungnya pencabutan izin berusaha. Tidak melapor dua periode berturut-turut adalah pemicu yang paling umum.

2. SIINas — tanggal 10, dan hanya untuk perusahaan industri

Kalau perusahaan Anda perusahaan industri, ada laporan data industri empat kali setahun, dan jendelanya tanggal 1 sampai 10 di bulan April, Juli, Oktober, Januari.

Dua jebakan di sini:

Kalau perusahaan Anda bukan perusahaan industri, laporan ini tidak berlaku — jangan sampai membeli layanan yang tidak Anda butuhkan.

3. Wajib lapor ketenagakerjaan

Laporan tahunan tentang tenaga kerja perusahaan. Sering dianggap formalitas, sampai dibutuhkan sebagai syarat mengurus hal lain dan ternyata belum pernah dilaporkan.

4. SPT Tahunan Badan — 30 April

Ini ranah konsultan pajak Anda, bukan kami. Tapi kami mencatatnya di kalender yang sama, karena tenggat yang tidak terlihat adalah tenggat yang terlewat — tak peduli siapa yang mengerjakan.

5. RUPS Tahunan — dalam 6 bulan setelah tutup buku

Rapat pemegang saham tahunan. Yang sering terjadi: rapatnya dilakukan, tapi dokumennya tidak pernah dirapikan. Baru ketahuan bertahun-tahun kemudian, saat perusahaan mau menjual saham, menambah modal, atau diperiksa calon investor — dan riwayat korporasinya bolong.

Tiga tenggat lain yang tidak masuk daftar ini

Lima di atas berlaku untuk hampir semua PT PMA. Tiga berikut hanya berlaku bila keadaan Anda memenuhinya — tetapi kalau memenuhinya, tenggatnya sama mengikat:

Pola yang sebenarnya

Perhatikan tanggalnya: 10, 15, 30 April, enam bulan setelah tutup buku. Instansinya berbeda-beda. Tidak ada satu portal yang menampilkan semuanya. Tidak ada yang mengirim pengingat.

Itulah kenapa perusahaan yang tertib pun bisa kebobolan. Bukan soal niat — soal tidak adanya satu tempat yang memegang semuanya sekaligus.

Yang bisa Anda lakukan sendiri, hari ini

  1. Tetapkan skala usaha Anda dengan benar. Ini menentukan frekuensi LKPM.
  2. Cek apakah perusahaan Anda perusahaan industri. Kalau ya, tambahkan tenggat tanggal 10.
  3. Tulis tanggal tutup buku Anda, lalu hitung mundur enam bulan untuk RUPS.
  4. Tunjuk satu orang yang bertanggung jawab. Kewajiban tanpa nama di belakangnya adalah kewajiban yang terlewat.
  5. Cek kesesuaian data OSS dengan akta terakhir Anda. Data yang tidak sinkron adalah penyebab penolakan laporan yang paling sering kami temui.

Kalau Anda ingin ini dipegangkan, itu memang pekerjaan kami. Tapi lima langkah di atas bisa Anda kerjakan sendiri sore ini, dan sudah menutup sebagian besar risikonya.

Layanan terkait

Langganan Kepatuhan Komplia

Seluruh kewajiban berulang perusahaan Anda dalam satu langganan: kalender tenggat, penanggung jawab bernama, bukti tersimpan.

Lihat layanan

Ditulis 2026-07-28. Aturan bisa berubah — kalau Anda membaca ini jauh setelah tanggal tersebut, konfirmasikan dulu sebelum mengambil keputusan.